Kepulauan Maladewa/Maldives



Maladewa terletak di khatulistiwa dan pengalaman iklim musiman. Maladewa memiliki dua musim yang berbeda; musim kemarau (musim timur laut) dan musim hujan (monsun barat daya). Dalam dua musim suhu bervariasi tidak. musim Timur Laut membentang dari Januari sampai Maret.

Sejak Maladewa terdiri dari pulau-pulau kecil dan dikelilingi oleh laut, hari-hari panas sering marah dengan pendingin angin laut dan suhu malam nyaman. Sepanjang tahun, suhu tetap hampir sama di Maladewa.

Namun, suhu harian berkisar dari sekitar 31 derajat Celsius di siang hari Celsius menjadi 23 derajat di malam hari. Rata-rata suhu maksimum harian untuk bagian Tengah (Hulhule) dari Maladewa adalah 30,5 derajat Celcius dan suhu minimum 25,7 derajat Celcius. Di sisi lain, rata-rata suhu maksimum dan minimum harian untuk Selatan (Gan) adalah 30,9 dan 24,5 derajat Celsius, masing-masing. Selanjutnya, artinya suhu maksimum dan minimum harian untuk Utara (Hanimaadhoo) adalah 30,7 dan 25,2 derajat Celsius, masing-masing.

Suhu tertinggi yang pernah tercatat di Maladewa adalah 36,8 ° C, direkam pada tanggal 19 Mei 1991 di Kantor Meteorologi Kadhdhoo. Demikian juga, suhu minimum yang pernah tercatat di Maladewa adalah 17.2 ° C, tercatat di National Meteorologi Pusat pada tanggal 11 April 1978.

Musim hujan musim-barat daya hujan berlangsung dari pertengahan Mei hingga November. Di musim ini hujan deras Maladewa pengalaman. Tengah, Selatan dan bagian Utara Maladewa menerima curah hujan tahunan rata-rata 1924.7mm, 2277.8mm, dan 1786.4mm, masing-masing. Curah hujan tertinggi yang pernah tercatat di Maladewa dengan dalam periode 24 jam tercatat pada tanggal 9 Juli 2002 di Kantor Kaadedhdhoo Meteorologi dan jumlah 219.8mm curah hujan.

Fakta bahwa Maladewa terletak di khatulistiwa, Maladewa menerima banyak sinar matahari sepanjang tahun. Pada atol Selatan rata-rata (Gan) dari Maladewa menerima 2704,07 jam sinar matahari setiap tahun. Selanjutnya, rata-rata pusat (Hulhule) bagian negara menerima 2784,51 jam sinar matahari per tahun.

Budaya Maladewa dipengaruhi oleh pengunjung yang berbeda yang tiba di Maladewa sepanjang kali. Kita bisa melihat India, Sri Lanka, Arab, Persia, Indonesia, Malaysia, dan ciri-ciri budaya Afrika. Maladewa terletak di sebuah perempatan penting di Samudera Hindia dan pengunjung telah meninggalkan tanda mereka. Namun, bertindak sebagai titik lebur Maladewa asimilasi pengaruh-pengaruh dan telah menciptakan identitas budaya yang unik.

Sebagai Maladewa terdiri dari laut lebih dari darat, hanya alam yang ikan (terutama tuna) selalu menjadi unsur yang paling menonjol dari makanan Maladewa. Namun, dengan wisatawan dari berbagai belahan dunia, bumbu baru dan sayuran diperkenalkan di kepada negara dan ditambahkan ke repertoar (terbatas) ada seafood dan umbi (misalnya ubi talas & manis). Setiap penemuan baru dimasukkan ke dalam makanan dalam jumlah yang paling cocok untuk Maldivians. Jadi masakan Maladewa sekarang terdiri dari Arab, India, Sri Lanka dan selera Oriental dicampur ke dalam masakan yang unik yang mencakup identitas kuliner sendiri.

fakta tentang Maladewa :
– Bendera Nasional:
– Nasional Emblem:
– Nasional Bunga:
– Pohon Nasional:

Nama Resmi:
Bahasa Inggris:

Republik Maladewa
Divehi:
Divehi Raajjeyge Jumhooriyya
Diucapkan sebagai: Divehi Raajjeyge Jumhooriyya

Konvensional Nama singkat:
Bahasa Inggris:Maladewa

Divehi:Raajje

Diucapkan sebagai:Raajje

Data Kode:MV

Peak Season:
Nopember sampai April adalah musim puncak wisatawan yang tiba di negara ini dan karenanya pemesanan harus dilakukan dengan baik terlebih dahulu jika Anda berencana untuk melakukan perjalanan selama periode ini. Dari Mei hingga Oktober biaya akomodasi relatif lebih rendah karena ada lalu lintas wisata relatif lebih sedikit selama periode ini.

Pakaian:
Dress umumnya kasual – T-shirt dan lain pembekuan kapas ringan yang paling cocok. Ketelanjangan dilarang di semua wilayah dan pakaian sederhana dari bahan non-hening (terutama bagi wanita) dianjurkan ketika mengunjungi Malé modal dan pulau berpenghuni lainnya.

Orang-orang:

Kebangsaan:
Maladewa

Penduduk:
270.101 (laki-laki = 137, 200, perempuan = 132.901)

Agama:
Muslim Sunni (100%)

Bahasa:
Divehi – bahasa dengan ortografi sendiri yang unik dan berbicara secara eksklusif oleh Maldivians
Bahasa Inggris digunakan secara luas dalam perdagangan dan pendidikan
Banyak dari personil yang bekerja di sektor pariwisata juga kompeten dalam bahasa Italia, Perancis, Spanyol, Jerman dan Jepang.

Tipe:
Republik
Kemerdekaan diperoleh pada:
26 Juli 1965 (merupakan Protektorat Inggris selama 68 tahun sebelum itu)

Kesehatan:
The Indhira Gandhi Memorial Hospital (IGMH) di Malé adalah rumah sakit terbesar di negara ini dan menyediakan perawatan medis yang canggih. ADK Rumah Sakit (dalam Malé) adalah fasilitas pelayanan kesehatan terbesar swasta yang juga mengikuti standar medis yang tinggi. Beberapa resort memiliki dokter di rumah. Juga, sebuah ruang dekompresi mudah dijangkau dari resor paling dalam kasus darurat menyelam.

Flores Tidak Hanya Komodo…


Pekan suci atau Semana Santa menarik wisatawan terutama para peziarah dari Pulau Jawa. Semana Santa merupakan perayaan Paskah khas Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Para peziarah ini berwisata religi selama sepekan. Tak hanya Larantuka yang kecipratan wisatawan, beberapa destinasi wisata di NTT pun terkena dampaknya. Contohnya adalah Beni dan Hendri. Mereka asal Bogor dan Jakarta, tetapi bekerja di Manggarai, NTT. “Kami ke sini lewat darat. Semana Santa memang sudah terkenal di kalangan umat Katolik di Indonesia. Kami pikir mumpung sedang di NTT, kami sempatkan ke sini,” tutur Beni, Jumat (22/4/2011). Hendri mengatakan bahwa mereka tidak hanya mampir di Larantuka, tetapi juga berwisata ke beberapa tempat, seperti Kelimutu di Ende.

Beberapa bus pariwisata pun tampak di titik-titik penginapan di Larantuka. Pun beberapa wisatawan dari Jawa yang menggunakan seragam, mengikuti semua prosesi Semana Santa. Menurut Chairman Indonesia-Portugal Friendship and Cooperation Association, Harry Pryohoetomo Haryono, acara ini sangat berpotensi menjadi obyek pariwisata.

“Sayang setiap daerah di NTT masih jalan sendiri-sendiri. Padahal NTT ada Komodo, lalu ada Kelimutu, dan event ini di Larantuka. Kalau digabung, ini bisa jadi paket pariwisata,” tuturnya. Memang, biro perjalanan wisata yang mengatur wisata religi di Larantuka masih dipegang oleh tur operator dari luar NTT.

Sebelumnya, Project Manager Swiss Contact Ruedi Nuetzi mengatakan, pihaknya bersama pemerintah pusat tengah mengembangkan pariwisata Flores dengan usaha menyatukan setiap destinasi pariwisata yang ada di Pulau Flores. Caranya tentu saja dengan menyatukan visi dan misi dari semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan pariwisata. Mulai dari masyarakat lokal, industri pariwisata, pelaku pariwisata, sampai pemerintah daerah.

Swiss Contact sendiri merupakan LSM yang ditunjuk Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sebagai fasilitator untuk mendukung Destination Management Organization atau tata kelola destinasi pariwisata di Pulau Flores.

“Kami ingin memanfaatkan jalan trans-Flores sehingga bisa dibuat paket wisata melalui jalur darat. Untuk mewujudkan ini, setiap daerah harus memiliki hotel dan tempat makan. Juga perlu dikembangkan daya tarik atau obyek wisata dari setiap daerah yang dilewati,” katanya kepada Kompas.com

Ia memberi contoh daerah Labuan Bajo. Sebagian besar wisatawan hanya memanfaatkan Labuan Bajo sebagai tempat transit.

“Turis biasanya langsung ke Komodo saja. Padahal banyak turis yang ke Labuan Bajo dan Labuan Bajo memiliki daya tarik wisata,” jelasnya. Pihaknya ingin agar wisatawan lebih banyak lagi menghabiskan waktu di Flores.

“Jika ini terjadi, uang yang dikeluarkan turis juga semakin banyak dan bisa membantu perekonomian penduduk setempat,” katanya. Karena itu, pihaknya mengembangkan sebuah branding untuk pariwisata Flores yang bertemakan “Flores, Explore the Extraordinary”.

Taman Nasional Komodo memang tidak terletak di Pulau Flores. Namun akses menuju TNK adalah melalui Labuan Bajo yang berada di Pulau Flores. Dengan branding ini, pihak Kembudpar dan Swiss Contact berharap wisatawan dapat mengenal Flores tidak hanya Komodo, tetapi juga obyek-obyek wisata lainnya di sepanjang Pulau Flores.

Al Quran Terpanjang Dipamerkan


ukuran 1,5 m x 1 m

Al Quran terpanjang di dunia karya seniman dan budayawan Kerinci, Iskandar Zakaria, akan turut dipamerkan di arena Musabaqah Tilawatil Quran Provinsi Jambi yang digelar mulai 6 Mei 2011.

“Memang rencananya akan turut dipamerkan di arena Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang tahun ini akan dilangsungkan di Kabupaten Kerinci sebagai tuan rumah. Saya sudah dihubungi,” kata Iskandar Zakaria di Jambi, Rabu (27/4/2011).

Ia mengatakan, pihak panitia, Pemkab Kerinci, dan dirinya telah melaporkan kepada Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) serta Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) di Jakarta soal peminjaman karya itu untuk keperluan pameran di arena MTQ Provinsi Jambi tersebut.

Pada 1 Mei 2011, katanya, pihaknya akan ke Jakarta untuk membawa Al Quran itu menuju Kerinci.

“Bahkan rencananya pada 1 Mei mendatang kami akan ke Jakarta menjemput Al Quran tersebut yang kini disimpan dan dirawat di MURI, sebagai pihak pengelola, semenjak karya tersebut dinyatakan sebagai Al Quran terpanjang di dunia pada 2006 lalu,” katanya.

Ia menyatakan bangga atas karyanya yang cukup monumental itu karena mendapat apresiasi pihak MURI dan Kemenbudpar. Pihak MURI telah memberikan sertifikat atas karya itu kepada dirinya.

Ia mengatakan bahwa Al Quran tersebut ditulis di kain sutra selama delapan tahun dengan menggunakan teknik membatik. Pekerjaan tersebut dimulai 1997 hingga 2006.

“Orientasi saya waktu itu hanya didasari atas keinginan beribadah dengan mempersembahkan karya terbaik saya untuk umat dan Kerinci. Tidak disangka ini ternyata justru bisa mendapatkan sertifikat MURI dan pengakuan dunia. Alhamdulilah,” katanya.

Setelah pameran MTQ Provinsi Jambi itu usai, Al Quran terpanjang tersebut menurutnya akan dikembalikan ke MURI.

Ia mengharapkan, karya itu memberi inspirasi dan pemacu semangat setiap kafilah dan masyarakat Kerinci untuk menciptakan karya terbaik lainnya guna membangun kehidupan beragama, bermasyarakat, dan bernegara pada masa mendatang sesuai dengan bidang masing-masing.

“Mudah-mudahan kehadiran karya saya itu di Kerinci bisa menginspirasi masyarakat untuk terus melahirkan karya-karya terbaiknya sesuai dengan bidang keahlian dan profesinya masing-masing guna dipersembahkan kepada agama, kehidupan, masyarakat, dan negeri kita,” katanya.

Tidur Berkualitas

Normalnya, waktu terbaik untuk tidur adalah sekitar 6-8 jam per hari. Kurang dari itu, berbagai ancaman penyakit dan gangguan kesehatan ada di depan mata. Di antaranya adalah kegemukan (obesitas), hipertensi, gangguan jantung, diabetes, mudah marah, dan daya tahan tubuh menurun.
Saat Anda kurang tidur, produksi hormon stres akan meningkat dan menyebabkan peradangan. Akibatnya, risiko serangan jantung dan stroke meningkat. Kurang tidur juga mengurangi kemampuan tubuh dalam mengatur kadar gula dalam darah sehingga tubuh lebih mudah terserang diabetes. Tidur cukup juga menentukan tingginya kadar produksi antibodi tubuh yang dapat menangkal penyakit.
Sebaiknya segera ubah pola tidur Anda sehingga sehat dan berkualitas.
Pertama-tama adalah dengan tidur teratur setiap hari. Untuk menetralkan ketegangan fisik dan pikiran, berolahraga rutin juga diperlukan.
Agar pola tidur tak terganggu, hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein dan zat stimulan lainnya.
Penataan kamar tidur pun juga memengaruhi kualitas tidur. Sebaiknya Anda menghindari ornamen tempat tidur yang berwarna terlalu terang atau bermotif ramai.
Menjelang tidur, usahakan perut tidak dalam kondisi lapar atau kekenyangan. Selain itu, hindari makan besar dua jam sebelum waktu tidur tiba untuk mencegah perut tak nyaman saat berbaring.
Saat tidur, bebaskan diri dari pikiran yang mengganggu.
Semoga tidur Anda sehat, berkualitas dan nyenyak🙂